Rabu, 25 Maret 2015
Senin, 23 Maret 2015
Kamis, 19 Maret 2015
Rabu, 18 Maret 2015
SOAL UKKS TAHUN 2015
- CONTOH SOAL UKG KEPALA SEKOLAH
- Visi dari suatu sekolah mungkin tidak sama dengan visi sekolah lain sebab...... a. Visi dirumuskan sejalan dengan profil sekolah b. Visi harus memiliki keunikan c. Visi yang berbeda akan lebih memacu pengembangan sekolah d. Perbedaan merupakan pendorong tercapainya visi
- Visi sekolah sebaiknya dilengkapi dengan indikator dengan tujuan agar....... a. visi tidak ditafsirkan secara berbeda b. tujuan dapat dicapai dengan mudah c. misi dapat dilaksanakan sebaik-baiknya d. semua warga sekolah berpartisipasi aktif dalam pencapaian visi
- 3. Peraturan menteri nomor 19 mengamanatkan bahwa setiap lembaga pendidikan harus memenuhi standar pengelolaan pendidikan, yang salah satu di antaranya ialah bahwa sekolah harus memiliki visi yang salah satu tujuannya ialah agar sekolah...... a. mampu mencapai standar internasional b. mampu mengembangkan kurikulum bertaraf internasional c. mampu meraih cita-cita bersama secara sistematis dan terrencana d. menjadi sekolah yang terkenal di lingkungannya
- 4. Salah satu fungsi misi sekolah ialah sebagai...... a. sarana memperoleh dana yang cukup untuk mengembangkan lembaga b. pijakan untuk menentukan program sekolah c. memberi motivasi siswa dalam melakukan tugasnya d. meningkatkan kesejahteraan staff dan guru
- 5. Setiap warga sekolah wajib mengetahui dan memahami visi dan misi sekolah dengan tujuan agar....... a. cita-cita sekolah dapat tercapai tepat waktu b. pencapaian nilai murni dapat dimaksimalkan c. siswa sukses dalam bidang akademik d. status sekolah mencapai taraf internasional
- 6. Sekolah akan mengembangkan budaya membaca dan menulis bagi setiap siswanya. Untuk menyikapi hal tersebut di atas sekolah melakukan:... a. Setiap proses pembelajaran disepakati menggunakan perpustakaan sebagai somber belajar, b. Menambah jumlah buku di perpustakaan untuk menunjang kegiatan tersebut c. Diadakan jam wajib baca dan menulis bagi setiap siswa di sekolah tersebut, d. Setiap proses pembelajaran untuk setiap mata pelajaran disepakati mengembangkan budaya membaca dan menulis melalui tugas-tugas yang relevan,
- 7. Visi adalah sebagai berikut:"Berprestasi, berbudaya, dan ber-IPTEK, serta dilandasi IMTAQ" dan salah satu misinya adalah meningkatkan kualitas pembelajaran. Salah satu tujuan jangka pendek yang terkait dengan misi tersebut adalah... a. Sebagian guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan Permendiknas No. 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses b. Guru merencanakan dan melaksanakan pembelajaran sesuai dengan Permendiknas No. 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses c. Semua guru merencanakan dan melaksanakan pembelajaran sesuai dengan Permendiknas No. 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses d. Sebagian guru merencanakan dan melaksanakan pembelajaran sesuai dengan Permendiknas No. 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses
- 8. Untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran sekolah akan menerapkan pembelajaran kontekstual untuk semua mata pelajaran. Konsekuensi logis dari kegiatan tersebut adalah ... a. Membuat surat edaran yang ditandatangani semua guru tentang kesediaan melakukan pembelajaran kontekstual, b. Menugasi wakil kepala sekolah bidang kurikulum untuk mengumpulkan Silabus dan RPP semua mata pelajaran dan diperiksa tentang kegiatan pembelajarannya, c. Sekolah mengadakan IHT tentang pembelajaran kontekstual dan ditindaklanjuti pembuatan perangkat pembelajaran, serta dievaluasi tingkat efektifitas dan efisiensinya, d. Meningkatkan kegiatan MGMP sekolah untuk semua mata pelajaran.
- 9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007, tentang Standar Proses menentukan bahwa pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP. Pelaksanaan pembelajaran pada kegiatan inti berisi proses interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik dan memuat proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Pada kenyataanya pada sekolah tersebut masih banyak guru yang belum melaksanakan. Menyikapi hal tersebut Kepala Sekolah melakukan...... a. Menghimbau kepada semua guru dalam setiap kesempatan untuk melakukan proses pembelajaran sesuai dengan Permendiknas tersebut, b. Melaksanakan workshop pembelajaran dan ditindaklanjuti di MGMPS serta dipantau dan diadakan pembinaan secara intensif, c. Selalu mengingatkan semua guru pada setiap rapat dewan guru untuk segera mengubah proses pembelajaran sesuai dengan Permendiknas tersebut, d. Menugasi wakil kepala bidang kurikulum selalu mengajak semua guru untuk melaksanakan pembelajaran sesuai dengan Permendiknas tersebut.
- 10. Pada ulangan harian pertama kelas X-2 ada 4 siswa dari 40 siswa di kelas itu yang belum tuntas. Guru mata pelajaran tersebut tidak memperhatikan siswa yang belum tuntas tersebut, karena sudah mencapai ketuntasan kelas lebih dari 85%. Menyikapi masalah di atas Kepala Sekolah melakukan….. a. Mengingatkan kepada semua guru pada rapat dewan guru untuk melaksanakan konsep penilaian pada KTSP secara benar dan akuntabel, b. Membiarkan guru tersebut karena sudah sesuai dengan konsep penilaian pada KTSP, c. Menegur guru tersebut pada rapat dewan guru karena melakukan kesalahan penanganan dalam melakukan penilaian, d. Membiarkan guru tersebut karena kegiatan penilaian merupakan otoritas guru meskipun belum sesuai dengan konsep penilaian pada KTSP 11. Bentuk LHBS untuk setiap mata pelajaran yg sesuai dengan Permendiknas No 20 tahun 2007 adalah .... a. Satu nilai untuk satu mata pelajaran b. Satu nilai untuk satu mata pelajaran beserta deskripsi kemajuan belajar c. Satu nilai setiap aspek untuk setiap mata pelajaran d. Satu nilai pencapaian kompetensi mata pelajaran, disertai dengan deskripsi kemajuan belajar, 12. Pada saat rapat dewan pendidik untuk menetapkan kelulusan siswa terdapat 3 siswa lulus Ujian Nasional tetapi tidak lulus ujian sekolah karena satu mata pelajaran ujian sekolah di bawah kriteria kelulusan. Menyikapi hal tersebut Kepala Sekolah ... a. Menetapkan 3 siswa tersebut tidak lulus sekolah atas dasar hasil rapat dewan pendidik, b. Menghimbau pada rapat dewan pendidik untuk meluluskan 3 siswa tersebut, menyangkut prestise sekolah, c. Meluluskan 3 siswa tersebut sebab ujian nasional memiliki bobot lebih dari pada ujian sekolah, d. Memerintahkan guru mata pelajaran yang menyebabkan tidak lulus untuk menambah nilai agar siswa tersebut lulus sekolah. 13. Kegiatan pelayanan konseling sangat diperlukan oleh siswa, untuk kepentingan tersebut guru BK meminta mengajar 1 jam tatap muka dan dituliskan dalam jadwal pelajaran. Menyikapi hal tersebut Kepala Sekolah ... a. Mengabulkan permintaan tersebut meskipun menambah beban balajar siswa, b. Tidak mengabulkan permintaan tersebut karena akan menambah beban belajar siswa c. Mengabulkan permintaan tersebut atas dasar hasil rapat dewan pendidik, tetapi 1 jam tersebut bukan merupakan beban belajar siswa, d. Tidak mengabulkan permintaan tersebut meskipun kegiatan tersebut sangat penting. 14. Dewan guru menghendaki pada SMKS Taruna Bakti pada hari sabtu tidak ada kegiatan pembelajaran tetapi dimanfaatkan untuk kegiatan ekstrakurikuler. Menyikapi hal tersebut Kepala Sekolah ..... a. Tidak menyetujui dengan alasan tidak sesuai dengan aturan yang ada, b. Menyetujui atas dasar hasil rapat dewan pendidik dan persetujuan Yayasan, serta dilaksanakan dengan baik dan akuntabel, c. Menyetujui tetapi dengan syarat pada hari sabtu bukan hari libur, d. Tidak menyetujui karena akan merugikan siswa. 15. Untuk meningkatkan mutu akademik, sekolah berkeinginan untuk mengatur kegiatan akademik, dan hasil rapat dewan pendidik disepakati adanya peraturan akademik di sekolah tersebut. Menyikapi hal tersebut kepala sekolah melakukan... ... a. Segera memerintahkan kepada wakil kepala bidang akademik untuk segera mengumumkan secara lisan kepada seluruh siswa b. Segera membentuk TIM akademis dan wakil kepala bidang akademik untuk segera mensosialisasikan kepada seluruh siswa c. Segera membentuk TIM akademis dan wakil kepala bidang akademik untuk segera menyusun Peraturan Akademik dan disosialisasikan kepada semua fihak pemangku kepentingan di sekolah tersebut. d. Segera membuat SK pembentukan TIM akademis untuk disosialisasikan kepada semua guru mapel 16. Guna pemenuhan Standar Pengelolaan, sekolah mendayagunakan setiap unsur pada sekolah tersebut. Salah satu bentuk pendayagunaan adalah ..... a. Menetapkan wakil kepala Sekolah yang bertanggungjawab sesuai bidangnya sebagai pengelola pada bidangnya, b. Menetapkan wakil kepala Sekolah yang melaksanakan tugas dan bertanggungjawab sesuai bidangnya sebagai pengelola pada bidangnya, c. Menetapkan wakil kepala Sekolah yang bertanggungjawab sesuai bidangnya sebagai pembantu kepala sekolah dalam mengelola sesuai bidangnya, d. Menetapkan wakil kepala Sekolah yang melaksanakan tugas dan bertanggungjawab sesuai bidangnya sebagai pembantu kepala sekolah dalam mengelola sesuai bidangnya 17. Dari hasil evaluasi sekolah diakhir tahun, SMK MAJU akan meningkatkan efektifitas dan efisiensi bidang keuangan dan pembiayaan. Menyikapi hal tersebut, kepala SMK MAJU melakukan....... a. Membentuk TIM untuk menyusun pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional, dan RAPBS yang akan dilaksanakan pada tahun berikutnya b. Membentuk TIM untuk menyusun RAPBS yang akan dilaksanakan pada tahun berikutnya, diputuskan oleh komite sekolah, ditetapkan oleh kepala sekolah dan mendapat ijin dari institusi di atasnya, serta disosialisasikan kepada semua warga sekolah, c. Membentuk TIM untuk menyusun pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional, diputuskan oleh komite sekolah, ditetapkan oleh kepala sekolah dan mendapat ijin dari institusi di atasnya, serta disosialisasikan kepada semua warga sekolah d. Membentuk TIM untuk menyusun pedoman pengelolaan biaya investasi dan operasional, diputuskan oleh komite sekolah dan ditetapkan oleh kepala sekolah, serta disosialisasikan kepada semua warga sekolah 18. Agar penerimaan siswa baru pada SMK WAJAR berjalan lancar dan terkendali, seharusnya sekolah tersebut ... a. Menyusun dan menetapkan petunjuk pelaksanaan operasional mengenai proses PSB yang merujuk pada POS secara regional, dan diberitakan kepada masyarakat, sebelum PSB di laksanakan, b. Menyusun dan menyebarkan edaran tentang PSB kepada masyarakat, sebelum PSB di laksanakan c. Mensosialisasikan kriteria PSB kepada masyarakat melalui media masa atau media elektronika, sebelum PSB di laksanakan d. Menyusun dan menetapkan petunjuk pelaksanaan operasional mengenai proses PSB yang merujuk pada POS secara regional, sebelum PSB dilaksanakan. 19. SMKN 1 Kotabaru akan meningkatkan kualitas pengelolaan Sistem Informasi Manajemen, sehingga permintaan dan pemberian informasi serta pengaduan dari masyarakat berkaitan dengan pengelolaan sekolah dapat segera diberikan atau diketahui. Menyikapi hal tersebut di atas sekolah melakukan........ a. Memerintahkan wakil kepala untuk menyediakan fasilitas informasi yang efisien, efektif, dan mudah diakses, sehingga dapat melayani masyarakat secara optimal, b. Menugaskan seorang guru atau tenaga kependidikan untuk melayani dan merekam permintaan dan pemberian informasi serta pengaduan dari masyarakat berkaitan dengan pengelolaan sekolah, serta didokumentasikan dengan baik sebagai bahan laporan kepada Dinas Pendidikan Kota, c. Membentuk TIM untuk menyediakan fasilitas informasi yang efisien, efektif, dan mudah diakses melayani permintaan dan pemberian informasi serta pengaduan dari masyarakat berkaitan dengan pengelolaan sekolah, d. Memerintahkan seorang guru atau tenaga kependidikan untuk menyediakan fasilitas informasi yang efisien, efektif, dan mudah diakses, sehingga dapat melayani masyarakat secara optimal. 20. Untuk meningkatkan kualitas pengelolaan, sekolah menyusun pedoman operasional sekolah. Pedoman pengelolaan sekolah meliputi ... a. RKAS, KTSP, Silabus, RPP, Kaldik, RAPBS, Jadwal Mengajar, Jurnal, Daftar Hadir, b. KTSP, Kaldik, Struktur Organlsasi Sekolah, Pembagian Tugas Guru Dan Tendik, Tata Tertib Sekolah, Peraturan Akademik, Kode Etik, dan Beaya Operasional Sekolah, c. RAPBS, KTSP, Silabus, RPP, Kaldik, Pembagian Tugas Guru dan Tendik, Daftar Hadir, d. KTSP, Silabus, RPP, Kaldik, Jurnal, Pembagian Tugas Guru Dan Tendik, Tata Tertib Sekolah, Peraturan Akademik, Dan Beaya Operasional Sekolah, 21. Kepala SMK JUJUR akan mempertanggungjawabkan pelaksanaan kegiatan sekolah. Yang dilakukan oleh Kepala Sekolah tersebut diakhir Tahun Pelajaran adalah ... a. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan kegiatan sekolah dalam bentuk laporan tertulis pelaksanaan kegiatan sekolah kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota, b. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan kegiatan sekolah dalam bentuk laporan tertulis pelaksanaan kegiatan sekolah kepada Pemerintah Kabupaten/Kota melalui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, c. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan kegiatan sekolah bidang akademik pada rapat dewan pendidik dan non akademik pada rapat komite sekolah dalam bentuk laporan, d. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan kegiatan sekolah pada komite sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota dalam bentuk laporan tertulis. 22. Permendiknas No. 19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan Oleh Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah, menyatakan bahwa Supervisi pengelolaan akademik dilakukan secara teratur dan berkelanjutan oleh kepala sekolah/madrasah dan pengawas sekolah/madrasah. Menyikapi hal tersebut Kepala Sekolah ... a. Menyusunan program supervisi pengelolaan akademik di sekolah dan disosialisasikan ke seluruh pendidik, serta dilaksanakan secara teratur dan berkelanjutan, b. Menyusun program supervisi akademik di sekolah dan pelaksanaannya dilakukan oleh wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan atau guru senior, c. Melaksanakan kegiatan supervisi akademis bersama pengawas sekolah, d. Menyusun jadwal kegiatan supervisi dan disosialisasikan serta pelaksanaanya didelegasikan kepada wakil bidang kurikulum dan atau guru senior. 23. Pada kegiatan supervisi klinis oleh Kepala Sekolah, seorang guru meminta supervisor untuk mengamati khusus pada kemampuan teknik bertanya. Menyikapi hal tersebut Kepala Sekolah selaku supervisor ... a. Memberikan pengarahan bahwa hal itu bertentangan dengan konsep dari supervisi, b. Menyarankan bahwa hal itu tidak bisa dilakukan karena kegiatan supervisi harus melihat semua aspek pada kegiatan pembelajaran, c. Menyetujui permintaan tersebut sebagai fokus pengamatan, tetapi aspek yang lain juga dilihat sesuai aspek yang ada pada instrumen, d. Tidak menyetujui karena supervisi dilakukan untuk kegiatan penilaian kinerja guru. 24. Untuk memenuhi Standar Pengelolaan Ruang Multi Media yang dimiliki sudah siap dan lengkap isinya dan akan dimanfaatkan secara optimal. Menyikapi hal tersebut Kepala Sekolah ... a. Mengadakan rapat dewan pendidik tentang optimalisasi pemanfaatan ruang multimedia oleh semua mata pelajaran, b. Memberikan surat edaran kepada semua guru untuk memanfaatkan ruang multimedia tersebut secara optimal, c. Mengadakan rapat dewan pendidik tentang optimalisasi pemanfaatan ruang multimedia oleh semua mata pelajaran dan dipantau pemanfaatannya melalui jumal penggunaan ruang media, d. Mengedarkan surat pernyataan kepada semua guru untuk ditandatangani dan dikembalikan sehingga guru akan memanfaatkan ruang multimedia tersebut secara optimal 25. Kepala SMKN 1 Kota Besar senantiasa menambah daya tampung sehingga jumlah rombongan belajar saat ini adalah 30 rombel dengan setiap rombel menampung 44 siswa. Jika Anda sebagai Kepala di SMK tersebut yang dilakukan adalah ... a. Mempertahankan jumlah rombel dan jumlah siswa setiap rombel karena hal ini menandakan animo masyarakat tinggi, b. Mengurangi jumlah rombel secara bertahap sampai batas maksimal yaitu 27 rombel dengan jumlah siswa perrombel tetap 32 siswa c. Mepertahankan jumlah rombel tetapi mengurangi jumlah siswa menjadi 40 siswa perombel, d. Mengurangi jumlah rombel secara bertahap sampai batas maksimal yaitu 27 rombel dengan jumlah siswa perrombel 40 siswa 26. Kepala sekolah sebagai pimpinan di satuan pendidikan dituntut untuk memiliki kompetensi kepribadian, kecuali? a. tanggung jawab dan komitmen terhadap tugas. b. mampu beradaptasi dengan perkantoran. c. berkeinginan antuk terus mengasah keterampilan diri. d. inovatif, kreatif mengembangkan sekolah. 27. Di awal tahun pelajaran kepala sekolah menetapkan program peningkatan kesejahteraan guru, semua pendidik dan tenaga kependidikan merasa senang karena tuntutannya terpenuhi, di tengah perjalanan pemasukan keuangan tersendat karena dampak kenaikan barang, menyikapi hal tersebut kepala sekolah: a. rnenghentikan kenaikan uang transport, karena PNS telah mendapat gaji. b. tetap uang transport diberikan, sekalipun devisit keuangan sekolah dan melakukan perubahan APBS. c. pembayaran uang transport pembayarannya ditunda. d. pinjam uang koperasi sekolah untuk mengatasi lambatnya pemasukan. 28. Penempatan Kepala Sekolah di sekolah baru, keadaan tenaga pendidik dan kependidikan terbatas, sarana prasarana terbatas untuk menjalankan tugas kepala sekolah! a. mengingat semua guru dan TU tenaga baru belum pengalaman maka, semua tugas mengerjakan sendiri agar cepat selesai. b. semua dikerjakan dengan lambat yang penting selesai dan selamat. c. saya memahami keadaan, semua guru dan TU diikut-sertakan workshop agar SDM mengikat. d. menyusun struktur organisasi, menyusun uraian tugas (tupoksi) semua dikerjakan bersama-sama untuk menyelesaikan pekerjaan. 29. Kepala Sekolah ditekan oleh wartawan dan LSM atasi block grant peningkatan mutu, sehingga kepala sekolah tidak krasan di sekolah, hasil audit kepala sekolah tidak bersalah? a. Mempertahankan tetap mengemban amanat, apa pun yang terjadi. b. Mengajukan mutasi agar terdapat suasana kerja baru. c. Menantang siapa pun orangnya yang menekan. d. Memohon pembinaan untuk memperbaiki sesuai dengan aturan yang berlaku. 30. Sebagai pimpinan dalam stratifikasi sosial sekolah, Kepala Sekolah adalah tingkatan tertinggi, ada sekelompok guru tidak pernah mempedulikan kepala sekolah dan tidak pernah menegur Kepala Sekolah jika saling jumpa, sikap kepala sekolah? a. biar saja, asal tidak mengganggu. b. guru tersebut diberi surat panggilan, karena kepala sekolah penguasa tunggal di sekolah. c. Kepala Sekolah setiap pagi menyambut kehadirannya dengan menyapa dan menyampaikan salam. d. mengabsen guru-guru untuk memeriksa kedisiplinannya, agar ikut memikirkan sekolah. 31. Perubahan-perubahan selalu dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah baik perubahan kurikulum, administrasi pendidikan, model dan strategi pembelajaran maupun pengelolaannya untuk melakukan perubahan... a. merasa tidak enak melakukan perubahan, khawatir pada guru-guru yang tidak mendukung. b. selalu menunggu petunjuk dan arahan Kepala Dinas agar tidak menyalahi prosedur. c. melakukan keseimbangan dalam mengembangkan pendidikan antara sekolah, dinas pendidikan dan pemerintah daerah/pusat. d. memerintahkan untuk melukukan perubahan demi perbaikan mutu pendidikan. 32. Pengambilan keputusan untuk menyelesaikan permasalahan sangat dipengaruhi keterampilan, skill, attitude, style kepemimpinan....... a. Dalam pengambilan keputusan kepala sekolah mutlak bertanggung jawab utama. b. Dengan senang hati mendengar pendapat, saran orang lain sebagai bahan pengambilan keputusan. c. Keputusan didasarkan pada aturan saja. d. Memiliki sikap tertutup sehingga masalah tidak makin keruh dan mudah penyelesaiannya. 33. Seorang guru menghujat kepala sekolah ketika ada rapat dinas, rnencemooh dan mengkritik habis-habisan tidak puas atas kepemimpinannya......... a. Perilaku guru tersebut sangat kelewat, sehingga menurunkan harga diri maka perlu ditantang. b. Guru tersebut tidak memiliki tata krama maka diusulkan untuk dimutasi. c. Biar saja meledak-ledak dalam menyampaikan pendapat, guru tersebut difahamkan dan dijelaskan agar mengerti, d. Tidak perlu dijawab, agar suasana rapat terus terkendali. 34. Kepala Sekolah menerima telepon dan seseorang mencari guru, ketika dihubungi dan dicari, guru tersebut tidak masuk tanpa keterangan, kepala sekolah menjawab telepon.... a. maaf, guru tersebut tidak ada. b. sepertinya guru tersebut tidak hadir. c. guru tersebut tidak hadir, ada yang dapat saya bantu... d. guru tersebut saya beri tugas, saya dengan senang hati untuk menerima titipan pesan... 35. Perkelahian antar pelajar terjadi di luar sekolah, pada saat jam belajar segerombolan siswa mencari siswa di sekolah yang saudara pimpin, sikap kepala sekolah adalah........ a. Mempersilahkan masuk diselesaikan secara kekeluargaan. b. Menghubungi polisi agar segerombolan siswa ditangkap dan diadili. c. Mernbiarkan segerombolan siswa menerima, agar jadi pelajaran. d. Mernpersilahkan masuk, segerombolan didata, menghubungi kepala sekolah untuk melindungi siswanya sendiri. 36. Sekolah memperoleh kebebasan untuk bekerjasama dengan pihak lain dengan memperhatikan kriteria........ a. Keuntungan dan kerugian dari kerjasama b. Kemampuan bekerjasama dengan berbagai pihak. c. Keluwesan bekerjasama dengan berbagai pihak. d. Santun dalam bekerjasama dengan berbagai pihak 37. Untuk meraih kejuaraan akademis atau ekstrakurikuler sekolah mempersiapkan dengan program yang jelas dan dilaksanakan sesuai dengan jadwal kegiatan kerjasama, dalam pelaksanaannya Kepala sekolah........ a. selaku pimpinan penentu kesuksesan b. sebagai top leader terdepan dalam kegiatan c. melibatkan siswa, pendidik dan tenaga kependidikan d. memberikan motivasi 38. Sekolah keberadaannya tidak lepas dengan masyarakat di sekitarnya baik secara budaya, sosial dan ekonomi, pemahaman terhadap lingkungan menjadi penting sebagai Kepala Sekolah....... a. terlibat kegiatan RT-RW bukan kepentingan sekolah. b. kegiatan karang taruna sebagai wadah pemuda desa c. partisipasi aktif dalam kegiatan sosial di sekitar sekolah hingga skala nasional d. aktif dalam kegiatan sosial di sekitar sekolah hingga skala nasional. 39. Jika dilingkungan sekolah terjadi bencana, dalam anggaran belanja sekolah tidak terprogram maka, kecuali...... a. Kepala Sekolah membuka amal bencana. b. Kepala Sekolah memiliki kepekaan sosial tetap memberi sumbangan. c. Kepala Sekolah membuat edaran d. Kepala Sekolah dengan uang pribadi menyumbang. 40. Terlibatnya siswa, pendidik dan tenaga kependidikan dalam ekstra kurikuler yang melibatkan banyak pihak luar sekolah tergolong dimensi kompetensi Kepala Sekolah……. a. Pribadi b. Sosial c. Manajerial d. Akademis 41. Partisipasi aktif dalam kegiatan kecamatan, kabupaten/kota termasuk masuk dimensi kompetensi Kepala Sekolah......... a. Kepribadian b. Manajerial c. Sosial d. Sektoral 42. Berakhlak mulia, mengembangkan budaya dan tradisi akhlak mulia, dan menjadi teladan akhlak mulia bagi komunitas di sekolah/madrasah tergolong dimensi kompetensi….... a. Kepribadian b. Manajerial c. Sosial d. Moral 43. Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah, memiliki motivasi dan kuat untuk sukses dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin sekolah/madrasah tergolong dimensi kompetensi....... a. Kepribadian b. Manajerial c. Sosial d. kewirausahaan 44. Membuka perbengkelan sekolah untuk umum dan untuk mengelola kegiatan produksi dan jasa sebagai sumber belajar peserta didik adalah merupakan dimensi kompetensi….... a. Kepribadian b. Produktivitas c. Manajerial d. Kewirausahaan 45. Tantangan yang dihadapi kepala sekolah makin hari makin komplek, baik ancaman dari luar dan hambatan dari dalam sekolah, kepala sekolah yang kompeten... a. pantang Menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapinya. b. pantang mundur dan selalu meinperhatikan segi keuntungan. c. maju terus dan selalu membuat inovasi d. yang penting suasana sekolah kondusif 46. Sesuai peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005, diamanatkan bahwa lingkup Standar Nasional Pendidikan meliputi 8 standar yang salah satu diantaranya ialah standar isi yang kita gunakan sebagai pijakan untuk menentukan ............ a. lingkup materi ajar dan tingkat kompetensi b. jumlah siswa pada tiap rombongan belajar c. sarana prasarana yang harus tersedia di dalam kelas d. prosedur kegiatan pembelajaran 47. Sesuai dengan peraturan menteri no 16 tahun 2007, diamanatkan bahwa setiap guru harus memiliki minimal 4 standar kompetensi yakni kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional. Berikut ini yang termasuk kompetensi kepribadian ialah.... a. Menghargai setiap peserta didik tanpa membedakan keyakinan yang dianut. b. berkomunikasi dengan orang tua peserta didik secara santun c. menguasai bidang yang diajarkan d. memahami beberapa teori belajar 48. Howard Gardner berpendapat bahwa manusia memiliki kecerdasan yang beraneka ragam yang dikenal dengan “multiple intelligence”. Berikut ini yang tidak termasuk jenis multiple intelligence ialah........... a. kecerdasan musikal b. kecerdasan linguistik c. kecerdasan intrapersonal d. kecerdasan emosional 49. Menurut Gardner, siswa yang tidak menonjol dalam kecerdasan matematik mungkin tidak akan bisa mencapai prestasi luar biasa dalam bidang tersebut, namun......... a. bila belajar ia akan sukses dalam bidang tersebut. b. ia perlu melanjutkan studi dalam bidang matematika c. ia harus belajar ilmu matematika saja agar sukses d. ia mungkin akan berhasil dalam bidang lain 50. Seorang siswa tampak senantiasa sabar dan pandai memahami permasalahan orang lain. Menurut Gardner, siswa tersebut memiliki kecerdasan ....... yang menonjol. a. interpersonal b. intrapersonal c. lunguistik d. spasial 51. Unesco menetapkan 4 hal sebagai pilar pendidikan, yaitu: Learning to know, learning to do, learning to live together dan ........... a. learning to be b. learning to learn c. learning to unlearn d. learning to understand others 52. Contoh penerapan “learning to live together” dalam pembelajaran ialah penggunaan pendekatan pembelajaran....... a. ketrampilan proses b. kooperatif c. inquiry d. kentekstual 53. Sesuai dengan pilar “learning to know”, kita harus melaksanakan hal sebagai berikut..... a. menjelaskan pelajaran sejelas-jelasnya b. menugasi siswa untuk menghafal seluruh materi yang ada dalam buku c. membantu siswa agar mampu belajar secara mandiri d. membantu siswa agar memiliki nilai maksimal dalam ujian 54. Untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran sekolah akan menerapkan pembelajaran kontekstual untuk semua mata pelajaran. Konsekuensi logis dari kegiatan tersebut adalah ... a. Membuat surat edaran yang ditandatangani semua guru tentang kesediaan melakukan pembelajaran kontekstual, b. Menugasi wakil kepala sekolah bidang kurikulum untuk mengumpulkan Silabus dan RPP semua mata pelajaran dan diperiksa tentang kegiatan pembelajarannya, c. Sekolah mengadakan IHT tentang pembelajaran kontekstual dan ditindaklanjuti pembuatan perangkat pembelajaran, serta dievaluasi tingkat efektifitas dan efisiensinya, d. Meningkatkan kegiatan MGMP sekolah untuk semua mata pelajaran. 55. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007, tentang Standar Proses menentukan bahwa pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP. Pelaksanaan pembelajaran pada kegiatan inti berisi proses interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik dan memuat proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Pada kenyataanya pada sekolah tersebut masih banyak guru yang belum melaksanakan. Menyikapi hal tersebut Kepala Sekolah melakukan...... a. Menghimbau kepada semua guru dalam setiap kesempatan untuk melakukan proses pembelajaran sesuai dengan Permendiknas tersebut, b. Melaksanakan workshop pembelajaran dan ditindaklanjuti di MGMPS serta dipantau dan diadakan pembinaan secara intensif, c. Selalu mengingatkan semua guru pada setiap rapat dewan guru untuk segera mengubah proses pembelajaran sesuai dengan Permendiknas tersebut, d. Menugasi wakil kepala bidang kurikulum selalu mengajak semua guru untuk melaksanakan pembelajaran sesuai dengan Permendiknas tersebut. 56. Pada ulangan harian pertama kelas X-2 ada 4 siswa dari 40 siswa di kelas itu yang belum tuntas. Guru mata pelajaran tersebut tidak memperhatikan siswa yang belum tuntas tersebut, karena sudah mencapai ketuntasan kelas lebih dari 85%. Menyikapi masalah di atas Kepala Sekolah melakukan….. a. Mengingatkan kepada semua guru pada rapat dewan guru untuk melaksanakan konsep penilaian pada KTSP secara benar dan akuntabel, b. Membiarkan guru tersebut karena sudah sesuai dengan konsep penilaian pada KTSP, c. Menegur guru tersebut pada rapat dewan guru karena melakukan kesalahan penanganan dalam melakukan penilaian, d. Membiarkan guru tersebut karena kegiatan penilaian merupakan otoritas guru meskipun belum sesuai dengan konsep penilaian pada KTSP 57. Salah satu fungsi komite sekolah ialah sebagai controller. Salah satu kegiatan komite yang sesuai dengan fungsi ini ialah.......................... a. mengontrol keterlaksanaan program sekolah b. mengontrol kegiatan pembelajaran di kelas c. mengontrol kehadiran siswa d. mengontrol kehadiran guru 58. Sekolah berkewajiban untuk mengembangkan life skills siswa. Maksudnya ialah agar siswa ........... a. mampu hidup bahagia sesuai dengan potensi yang dimiliki b. memiliki ketrampilan vokasional c. memiliki keunggulan akademik d. mampu mengerjakan setiap butir soal dalam ujian 59. Kita dapat menemukan situs di web dengan cepat melalui search engine yang populer yaitu....... a. antivir b. acrobat reader c. yahoo/google d. photoshop 60. Program Jardiknas bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan Melalui..... a. program wajib belajar 9 tahun b. pemanfaatan media cetak untuk seluruh institusi di tanah air c. akses informasi dan komunikasi online antar lembaga dan komunitas pendidikan d. maksimalisasi penggunaan sarana komputer di dalam kelas 61. Kita dapat mengirim file melalui e-mail dengan menggunakan fasilitas..... a. folder b. mail list c. yahoo massanger d. attachment 62. Microsoft Power Point dapat membantu kita dalam melakukan....... a. penyimpanan data b. pembukuan c. presentasi d. entry data 63. Berikut ini yang termasuk tujuan dari PTK ialah....... a. untuk menemukan teori yang baru b. untuk meningkatkan kualitas pembelajaran c. untuk melakukan eksperimen d. untuk membuktikan kebenaran teori yang ada 64. Dalam PTK terdapat 4 tahapan, yaitu ....... a. perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi b. perencanaan, observasi, tindakan dan refleksi c. perencanaan, refleksi, tindakan dan observasi d. perencanaan, refleksi, observasi dan tindakan 65. Judul yang benar dari PTK ialah....... a. Peningkatan Penguasaan Kosa kata Siswa melalui Pajangan Bahasa secara Alami pada Kelas 1 SMK Terpadu Malang. b. Pengaruh Pajangan Bahasa secara Alami Terhadap Peningkatan Penguasaan Kosa kata Siswa. c. Korelasi antara Penguasaan Kosakata Siswa dan Kegiatan Pajangan Bahasa secara Alami di SMK 1 Malang. d. Penggunaan Strategi Pajangan Alami dalam Meningkatkan Penguasaan Kosakata 66. “Dapatkah pajangan bahasa secara alami meningkatkan penguasaan kosa kata siswa pada kelas 1 SMK Terpadu Malang?” Pernyataan di atas adalah cocok untuk digunakan dalam....... a. hepotesis tindakan b. tujuan penelitian c. rumusan masalah d. judul penelitian 67. “Orang yang pintar ialah orang yang mampu menjelaskan apa saja yang ia ketahui. Orang yang bijaksana ialah orang yang mampu memberikan motivasi sehingga anda mampu menemukan sesuatu yang baru.” (Revan, 1980) Pelajaran yang dapat diambil dari kata-kata bijak di atas ialah bahwa...... a. guru harus senantiasa menjelaskan materi pelajaran sejelas mungkin b. guru sebaiknya harus membuat suasana kelas tenang c. guru harus memberikan pelayanan prima dengan menuntun siswa untuk mampu menjawab soal-soal ujian d. guru harus menciptakan suasana yang kondusif agar siswa mampu belajar mandiri 68. “Ing ngarso sung tulodo,Ing madyo mangun karso,Tut wuri handayani” (Ki hajar Dewantoro.) Sikap yang TIDAK sesaui dengan kata-kata bijak di atas ialah........... a. kita harus bisa menjadi contoh yang baik b. apapun yang kita lakukan harus membuat guru/staff/siswa termotivasi c. berdayakan guru/staf/siswa dengan mengikuti dan mengarahkan kemauan mereka d. arahkan guru/staf/siswa sesuai dengan apa saja yang kita anggap benar 69. Berikut ini yang TIDAK termasuk fungsi kepala sekolah ialah....... a. Manajer b. Edukator c. Motivator d. Eksekutor 70. Michael Fullan (2003) menyatakan bahwa seorang kepala sekolah harus memiliki keberanian dan kemampuan untuk membangun kultur berdasarkan hubungan saling percaya antara warga sekolah. Tindakan yang TIDAK sesuai dengan pendapat ini ialah....... a. Membagi tugas berdasarkan kompetensi staff b. Membuat keputusan berdasarkan kondisi nyata dan aturan yang berlaku c. Melaksanakan sendiri semua kegiatan agar kinerja berjalan secara efektif dan efisien d. Mencari terobosan yang dapat dilakukan agar kebutuhan peserta didik dapat terpenuhi 71. Sergiovanni (2006) menyatakan bahwa seorang pemimpin harus bisa membedakan antara normative rationality dan technical rationality, yakni: dalam membuat keputusan kita harus berdasarkan norma yang berlaku sekaligus memperhatikan efektifitas dan efesiensi. Bila terjadi permasalahan tentang kedua hal tersebut maka kita harus ......... A. Mengutamakan yang kedua. B. Meninggalkan kedua-duanya C. Mengutamakan yang pertama D. Mementingkan yang efektif untuk dilakukan 72. Dalam manajemen peningkatan mutu sekolah kita kenal dengan istilah benchmarking. Istilah tersebut terkait dengan ...... a. Kegiatan pengambilan keputusan berdasarkan norma b. Penetapan standard tertentu baik perorangan maupun lembaga sebagai dasar peningkatan mutu. c. Pemberian identitas suatu benda yang diperlukan untuk peningkatan mutu d. Upaya peningkatan mutu dengan mengevaluasi manajemen lembaga secara keseluruhan 73. Dalam upayanya untuk meningkatkan mutu sekolah, kepala sekolah “X” mengajak seluruh komponen sekolah untuk bekerjasama dengan pihak-pihak terkait termasuk orang tua dan tenaga profesional untuk melakukan evaluasi kinerja sekolah. Kegiatan tersebut dikenal dengan istilah........ a. Quality control b. Quality assurance c. Total quality management d. School review 74. Dalam melakukan suatu kegiatan sekolah-sekolah difasilitasi dengan prosedur operasional standar dengan tujuan agar.......... a. Kegiatan bisa diseragamkan b. Kegiatan dapat dilakukan secara efisien c. Kegiatan dapat dilakukan dengan mudah d. Terdapat jaminan mutu kinerja yang standar 75. Dalam Permendiknas no 13 tahun 2007 diamanatkan bahwa kepala sekolah harus memiliki kompetensi kewirausahaan. Berikut ini yg terkait dgn kompetensi kewirausahaan untuk kepala sekolah ialah......... a. Menciptakan inovasi untuk pengembangan sekolah b. Mampu melakukan kunjungan kelas secara berkala c. Mampu bekerjasama dengan pihak lain d. Mampu membuat program tahunan dengan benar 76. Salah satu tujuan MPMBS ialah untuk memandirikan atau memberdayakan sekolah melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada sekolah, pemberian fleksibilitas yang lebih besar kepada sekolah untuk mengelola sumberdaya sekolah, dan mendorong partisipasi warga sekolah dan masyarakat. Berikut ini yang TIDAK termasuk indikator tercapainya tujuan MPMBS ialah……. a. semakin meningkatnya perhatian masyarakat terhadap sekolah b. meningkatnya inovasi kepala sekolah untuk mengembangkan lembaga c. berkurangya ketergantungan sekolah pada pemerintah d. meningkatnya jumlah siswa pada masing-masing rombongan belajar 77. Dalam rangka optimalisasi partisipasi warga sekolah dan masyarakat dalam mengembangkan sekolah, maka sekolah boleh ........ a. Memungut uang sekolah sebesar-besarnya b. Mendorong masyarakat untuk memberikan saran/kritik terhadap sekolah melalui jalur yang benar. c. Memprioritaskan warga sekitar dalam merikrut tenaga pengajar d. Mewajibkan warga sekitar untuk menjadi donatur tetap untuk pengembangan sekolah 78. SWOT ialah merupakan singkatan dari Strength, Weakness, Opportunity dan Threat yang artinya ialah........ a. Kekuatan, kelemahan, permasalahan dan ancaman b. Kekuatan, kelemahan, permasalahan dan solusi c. Kekuatan, kelemahan, peluang dan kondisi d. Kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman 79. Analisis SWOT bertujuan untuk......... a. Menentukan kesiapan fungsi-fungsi dalam kerangaka mencapai sasaran tertentu b. Menentukan besarnya biaya yang dibutuhkan untuk mencapai sasaran tertentu c. Menghindari kelemahan dan ancaman agar sasaran dapat dicapai d. Menunjukkan kekuatan dan menyembunyikan kelemahan dalam kerangka mencapai sasaran 80. KTSP SMK NEGERI telah ditanda tangani oleh Dinas Pendidikan tingkat Provinsi. Sekolah tersebut berkehendak menyempurnakan KTSP-nya, karena isi KTSP tersebut dipandang masih sangat kurang. Untuk memecahkan masalah tersebut Kepala Sekolah sebagai penanggungjawab KTSP melakukan:... a. Memerintahkan wakil kepala bidang kurikulum segera merevisi KTSP sesuai kekurangan yang ada, b. Membentuk TIM monitoring keterlaksanaan KTSP dan segera melakukan kegiatan sehingga diperoleh informasi tentang kekurangan yang ada dan digunakan sebagai bahan revisi KTSP pada tahun berikutnya, c. Menugaskan kepada TIM penyusun KTSP untuk segera merombak KTSP sesuai kekurangan yang ada, sehingga dalam tahun berjalan KTSP lebih sempurna, d. Menugaskan kepada TIM penyusun KTSP untuk melakukan evaluasi dokumen KTSP dan segera dibenahi kekurangan yang ada. 81. Sekolah akan memberikan pelayanan kepada siswa, sehingga setiap siswa dapat mengembangkan dan mengekspresikan dirinya sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat, serta dapat mengembangkan prestasinya. Untuk menyikapi hal tersebut di atas yang dapat dilakukan oleh sekolah adalah ... a. Melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan sekolah, sehingga bakat siswa dapat berkembang secara optimal, b. Membentuk kelas unggulan, sehingga potensi siswa dapat berkembang secara optimal dengan pelayanan khusus yang telah dirancang, c. Menambah mata pelajaran muatan lokal yang orientasinya pada keunggulan lokal, sehingga semua siswa yang mengikuti mata pelajaran tersebut dapat memiliki keterampilan khusus, d. Menambah jam tatap muka mata pelajaran olah raga, sehingga pelayanan bakat anak dapat diberikan secara optimal. 82. Sebagai kepala sekolah kita harus senantiasa mengembangkan diri. Hal ini dapat dilakukan dengan...... a. Memiliki gelar akademik yang setinggi-tingginya b. Menggunakan sebagian besar waktu kita untuk melakukan penelitian c. Senantiasa belajar hal-hal terkait dengan tugas pada saat yang tepat d. Berusaha tampil terbaik dalam segala bidang 83. Salah satu ciri khas kepala sekolah yang berkepribadian bagus ialah....... a. Mau menerima saran dari staff, orang tua atau masyarakat b. Senantiasa mengumumkan semua informasi terkait dengan lembaga c. Berusaha tidak melibatkan orang lain dalam membuat keputusan d. Bersama-sama dengan seluruh warga sekolah untuk mengelola keuangan 84. Berikut ini adalah cara yang tepat dilakukan oleh kepala sekolah yang berkepribadian bagus dalam membangun disiplin siswa........ a. Senantiasa mengawasi gerak gerik setiap warga sekolah agar tidak terjerumus melakukan hal yang tidak diinginkan b. Selalu bertindak tegas serta memberi hukuman pelanggar aturan secara terbuka c. Senantiasa disiplin baik dalam melaksanakan tugas di sekolah maupun kegiatan lain di luar sekolah d. Selalu mengingatkan siapapun yang melakukan hal yang tidak sesuai dengan dirinya 85. Berikut ini yang tidak termasuk sifat kepala sekolah yang baik ialah...... a. Memiliki kecerdasan emosi yang tinggi b. Ulet dalam melaksanakan tugas c. Tidak gampang marah dalam menghadapi masalah d. Tegas dan siap melakukan evaluasi terhadaf staff secara terbuka 86. Berikut ini yang BUKAN ciri khas sekolah yang menerapkan MPMBS ialah....... a. Adanya otonomi sekolah yang lebih luas b. Menetapkan kebijakan lokal c. Mengambil keputusan partisipatif d. Memberikan akuntabilitas publik 87. Berdasarkan Permendiknas no 13 tahun 2007, kepala sekolah harus memiliki kompetensi sosial. Berikut ini yang Bukan indikator kompetensi sosial kepala sekolah ialah....... a. Bekerjasama dengan pihak lain untuk mengembangkan sekolah b. Berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan c. Peka terhadap permasalahan warga sekolah d. Berpartisipasi aktif dalam semua kegiatan ilmiah 88. Hal yang boleh dilakukan oleh kepala sekolah berdasarkan Permendiknas no 13 tahun 2007 ialah sebagai berikut....... a. Melaksanakan kerjasama dengan lembaga lain sebagai upaya peningkatan kompetensi guru. b. Membuka Income Generating Unit dengan prioritas utama peningkatan kesejahteraan staff c. Mencari terobosan sumber dana melalui kegiatan apapun yang menguntungkan lembaga d. Menjual aset sekolah yang belum dimanfaatkan secara maksimal untuk pengembangan lembaga 89. Terhadap siswa yang datang terlambat, langkah pertama yang kita lakukan ialah......... a. melarangnya memasuki sekolah b. memberinya sanksi agar jera atas perbuatannya c. meminta penjelasan mengapa ia terlambat d. menyuruhnya masuk kelas dan segera mengikuti pelajaran 90. Setiap warga sekolah bisa memberikan pembelajaran budi pekerti. Salah satu hal yang dapat dilakukan ialah dengan...... a. berperilaku sopan dengan siapapun b. bertindak keras bagi setiap tidak mampu melaksanakan tugas dengan baik c. tak bosan-bosan memberi komentar setiap tindakan siswa d. senantiasa mengawasi gerak-gerik siswa selama di dalam kelas 91. CTL merupakan singkatan dari........ a. cooperative teaching and learning b. contextual teaching for learners c. contextual teaching and learning d. coordinated teaching and learning 92. Berikut ini yang merupakan salah satu ciri khas CTL ialah........ a. materi pelajaran dijelaskan langsung secara tuntas b. materi pelajaran terkait dengan standar internasional c. materi pelajaran terkait dengan kebutuhan siswa d. materi pelajaran bersifat informasi yang jelas dan pasti 93. Cara menumbuhkan budaya mutu di lingkungan sekolah adalah dengan cara .... a. memberikan reward kepada guru dan siswa yang berprestasi b. peningkatan kualitas kehidupan beragama c. memiliki target mutu yang tinggi d. melakukan rapat evaluasi 94. Agar orang tua dan guru saling-mengenal merupakan .... a. salah satu bentuk hubungan antara masyarakat dengan sekolah b. tujuan dilaksanakannya kegiatan pertemuan antara orangtua murid/masyarakat dengan pihak sekolah c. cara mendekatkan kebutuhan masyarakat dengan sekolah d. teknik dalam melakukan hubungan kerjasama sekolah dengan masyarakat 95. Partisipasi sekolah dalam kegiatan masyarakat bertujuan untuk .... a. pembentukan karakter anak didik b. mencari nilai tambah bagi masyarakat c. menumbuhkan kepekaan sosial sekolah terhadap masyarakat. d. mencari bantuan sekolah dari masyarakat. 96. Berikut adalah tujuan pemeliharaan sarana dan prasarana di sekolah adalah, kecuali .... a. mengoptimalkan usia pakai peralatan b. pemeliharaan yang baik memberikan hasil pekerjaan yang baik c. menjamin ketersediaan peralatan yang diperlukan melalui pengecekan secara rutin dan teratur d. menjamin kesiapan operasional peralatan untuk mendukung kelancaran pekerjaan sehingga diperoleh hasil yang optimal 97. Perabot merupakan salah satu komponen sarana dan prasarana pendidikan yang mempunyai fungsi sebagai berikut, kecuali ...: a. fungsi pendidikan b. fungsi konstruktif c. fungsi administrasi d. fungsi penunjang 98. Tujuan dilaksanakannya kegiatan unit produksi/jasa adalah sebagai berikut, kecuali .... a. sebagai sumber pendanaan utama untuk pemeliharaan, penambahan fasilitas, dan biaya-biaya operasional pendidikan lainnya b. sarana praktik produksi secara langsung bagi siswa c. wahana pelatihan berbasis produksi/jasa bagi siswa d. wahana untuk menumbuhkan dan mengembangkan jiwa wirausaha guru dan siswa 99. Berikut ini adalah faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam menyiapkan rencana unit produksi dan jasa sekolah, kecuali .... a. memilih lokasi usaha b. membaca peluang bisnis c. mempersiapkan rencana organisasi d. meneliti pelaku pasar di masa terkini 100. Administrasi keuangan sekolah, administrasi kurikulum, administrasi kesiswaan, dan administrasi humas merupakan kegiatan tenaga administrasi sekolah yang berkaitan dengan kompetensi ketenagaan administrasi sekolah terutama kompetensi .... a. sosial b. teknis c. manajerial d. kepribadian 101. Di bawah ini adalah usaha-usaha yang dapat dilakukan oleh kepala sekolah dalam rangka pembinaan tenaga administrasi sekolah, kecuali .... a. melakukan PHK terhadap tenaga administrasi sekolah b. memberikan reward bagi tenaga administrasi sekolah yang berprestasi c. memberi kesempatan tenaga administrasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi d. mengirim tenaga administrasi untuk mengikuti diklat-diklat yang berkaitan dengan bidang pekerjaannya 102. Penerapan prinsip-prinsip manajemen keuangan di sekolah bertujuan sebagai berikut kecuali .... a. meningkatkan akuntabilitas keuangan sekolah b. meningkatkan transparansi keuangan sekolah c. meminimalkan penyalahgunaan anggaran sekolah d. meminimalkan efisiensi penggunaan keuangan sekolah 103. Dalam Peraturan Daerah disebutkan bahwa sekolah tidak boleh memungut dana dari masyarakat. Usaha Anda selaku kepala sekolah di antaranya .... a. menghapus kegiatan-kegiatan yang tidak mendapatkan dana dari BOS/pemerintah b. membuka usaha sekolah yang dapat menghasilkan sumber keuangan sekolah c. mengajukan sumbangan kepada alumni yang telah sukses maupun perusahaan tertentu d. melakukan koordinasi dengan komite sekolah agar komite sekolah mendapatkan dana dari orang tua siswa
Minggu, 08 Februari 2015
KAJIAN KTSP
PEMERINTAH KOTA BANJAR
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH DASAR NEGERI 2 RAHARJA
Jl,Siliwangi Km 3,5 Raharja Tlp ( 0265 ) 744596 Purwaharja - Banjar
e-mail sdn2raharja@yahoo co.id
BERITA ACARA
RAPAT PENGKAJIAN PENGEMBANGAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)
SD NEGERI 2 RAHARJA
KECAMATAN PURWAHARJA KOTA BANJAR
TAHUN PELAJARAN 2014/2015
Pada hari ini Senin tanggal tigabelas bulan Oktober tahun dua ribu empat belas, bertempat di SD NEGERI 2 RAHARJA yang beralamat di Jalan Siliwangi KM.3,5 Purwaharja Kota Banjar Provinsi Jawa Barat telah dilaksanakan Rapat Pengembangan Kurikulum untuk Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SD NEGERI 2 RAHARJA Tahun Pelajaran 2014/2015 dengan susunan acara sebagai berikut :
1. Pembukaan :
2. Laporan Kegiatan : SD NEGERI 2 RAHARJA
3. Rapat Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SD NEGERI 2 RAHARJA Tahun Pelajaran 2014/2015
4. Resume / Kesimpulan
5. Doa / Tutup
NOTULEN RAPAT
ELSY JULVITA,S.Pd
NIP. 19790706 2002122005 Purwaharja, 13 Oktober 2014
Pimpinan Rapat
Kepala SDN 2 Raharja
ADE, S.Pd
NIP.196307161983051006
Mengetahui
Ketua Komite SD Negeri 2 Raharja
Drs.RUSWA SUMARNA,M.Si
PEMERINTAH KOTA BANJAR
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH DASAR NEGERI 2 RAHARJA
Jl,Siliwangi Km 3,5 Raharja Tlp ( 0265 ) 744596 Purwaharja - Banjar
e-mail sdn2raharja@yahoo co.id
RESUME HASIL PENGKAJIAN
PENGEMBANGAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)
SD NEGERI 2 RAHARJA
KECAMATAN PURWAHARJA KOTA BANJAR
TAHUN PELAJARAN 2014/2015
A. SAMBUTAN KEPALA SD NEGERI 2 RAHARJA
• Ucapan terima kasih kepada seluruh peserta rapat yang dapat hadir untuk memenuhi undangan pihak sekolah/madrasah, termasuk pengurus komite SD NEGERI 2 RAHARJA
• Informasi tentang Keberadaan SD NEGERI 2 RAHARJA (Sumber daya manusia, sarana prasarana, kurikulum, kesiswaan, hubungan masyarakat, dll)
• Informasi tentang Pendidikan Gratis, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 tentang Pendanaan Pendidikan.
• Informasi tentang Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang mengamanatkan Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan yang mengacu kepada Standar Isi dan Standar Kelulusan serta berpedoman kepada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP);
• Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.
• Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2013 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar Dan Menengah.
• Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 64 Tahun 2013 Tentang Standar Isi Pendidikan Dasar Dan Menengah
• Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2013 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar Dan Menengah
• Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2013 Tentang Standar Penilaian Pendidikan
• Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 67 Tahun 2013 Tentang Kerangka Dasar Dan Struktur Kurikulum Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah.
• Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 81a Tahun 2013 Tentang Implementasi Kurikulum
• Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah.
• Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor : 69 Tahun 2013 Tentang Pembelajaran Muatan Lokal Bahasa Dan Sastra Daerah Pada Jenjang Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah.
• Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 61 Tahun 2014 Tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Pada Pendidikan Dasar Dan Pendidikan Menengah .
• Sehubungan hal tersebut, kepala SD Negeri 2 Raharja menghendaki adanya kesungguhan dalam upaya mengembangkan kurikulum;
• Potensi-potensi yang ada dijadikan sebagai kekuatan dan Kelemahan-kelemahan yang dimiliki hendaknya dijadikan sebagai tantangan untuk mengoptimalkan dalam pengembangan kurikulum sekolah;
B. RAPAT PENGEMBANGAN KURIKULUM : (Dipimpim oleh Kepala SD Negeri 2 Raharja)
Adapun hal-hal penting yang dibicarakan dalam kegiatan rapat pengembangan kurikulum tingkat Satuan pendidikan adalah sebagai berikut :
1. Kepala Sekolah membentuk tim pengembangan kurikulum dengan susunan : Konselor, Ketua, Sekretaris dan dibantu oleh anggota. Susunan Tim Pengembangan Kurikulum terlampir.
2. Hal-hal yang harus dilaksakan oleh semua komponen yang terlibat dalam pengembangan kurikulum adalah :
• Menyusun rencana pengembangan kurikulum;
• Menganalisis dan mengkaji kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan kurikulum dan implikasinya;
• Memfasilitasi analisis konteks (kondisi siswa, kondisi Sekolah, kondisi / harapan masyarakat, orang tua, dsb) sebagai dasar penyusunan KTSP;
• Menyusun dan mengembangkan KTSP dengan menetapkan visi, misi, tujuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum, RPP dll.
• Memfasilitasi dalam melakukan analisis standar isi dan standar kompetensi lulusan, bedah KI/KD dalam penyusunan lampiran KTSP;
• Merancang deskripsi tugas berkaitan dengan kurikulum bagi pelaksanaan pembelajaran, kegiatan pengembangan diri, evaluasi guru, pembagian tugas mengajar, wali kelas, piket, dan tugas lain yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran;
• Menyusun jadwal secara keseluruhan dengan menetapkan tugas gurutenaga kependidikan laianya, pembagian tugas mengajar, wali kelas, petugas piket, pembina eskul, layanan siswa, dan kegiatan sejenisnya;
• Melaksanakan sosialisasi KTSP dan prinsip-prinsip pelaksanaannya;
• Mensosialisasikan pendekatan saintifiq dan model-model pembelajaran yang sesuai dengan pelaksanaan kurikulum 2013 .
• Memfasilitasi guru dalam mengembangkan kompetensinya melalui kegiatan pelatihan, workshop, dan sejenisnya;
• Mengidentifikasi dan mengupayakan pengadaan sarana atau sumber belajar serta pendukung lainnya;
• Mendorong untuk sama-sama menciptakan iklim yang kondusif dan inovatif dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran, pengembangan diri, layanan siswa, dan kegiatan eskul;
• Menyediakan format-format dan memfasilitasi penggandaan bahan ajar untuk memperlancar pelaksanaan pembelajaran;
• Merancang kegiatan pengawasan dalam pelaksanaan kurikulum;
• Mengevaluasi pelaksaan kurikulum selama satu tahun berjalan;
• Melaksanakan tindaklanjut dan dialog dalam memecahkan problem dengan seluruh komponen yang terlibat;
• Melakukan perbaikan dan pengembangan kurikulum.
3. Semua peserta rapat sepakat bahwa dalam penyusunan RPP untuk Tahun Pelajaran 2014/2015 mengacu pada Sialbus yang sudah disusun oleh pusat, buku guru bagi kurikulum 2013, dan bagi kurikulum 2006 masih mengacu pada standar proses permendiknas 41.
C. SAMBUTAN DARI KETUA KOMITE
• Pendidikan diharapkan sejalan dengan budaya dan karakter lingkungan.
• Peningkatan penanaman nilai karakter/sikap /TATAKRAMA ditingkatkan.
Purwaharja, 13 Oktober 2014
NOTULEN RAPAT
ELSY JULVITA,S.Pd
NIP. 19790706 2002122005
DAFTAR HADIR RAPAT PENGKAJIAN
PENGEMBANGAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)
SD NEGERI 2 RAHARJA
KECAMATAN PURWAHARJA KOTA BANJAR
TAHUN PELAJARAN 2014/2015
NO NAMA / NIP/NUPTK JABATAN DINAS JABATAN KEGIATAN TANDA TANGAN
1 ADE, S.Pd
NIP, 19630716 198305 1 006 KEPALA SEKOLAH PIMPINAN RAPAT 1
2 Drs.RUSWA SUMARNA,S.Pd KETUA KOMITE WK PIMPINAN 2
3 EMI SUPARTI,S.Pd PENGAWAS TK/SD PENDAMPING 3
4 TATI ROHAYATI, S.Pd
NIP, 19590425197912 2 002 GURU ANGGOTA 4
5 CUCU HUSNIATI,S.Pd
NIP, 19600209198109 2 003 GURU ANGGOTA 5
6 SALSIH SUSILAWATI S.Pd
NIP, 19600302198204 2 004 GURU ANGGOTA 6
7 N.E.KARTINI S.Pd.I
NIP, 19560512 198412 2 002 GURU ANGGOTA 7
8 ELSY JULVITA ,S.Pd
NIP, 19790706200212 2 005 GURU NOTULEN 8
9 AHMAD FATONI,S.Pd
NIP, 19720525200501 1 007 GURU ANGGOTA 9
10 ELIN DARLIAH ,S.Pd
NIP, 19660315200604 2 009 GURU ANGGOTA 10
11 JAJANG NURJAMAN,S.Pd
9948764666200032 GURU ANGGOTA 11
12 ROSI KANIA DEWI, S.Pd
1943765666300052 GURU ANGGOTA 12
13 ASTRI SULASTRI, S.Pd GURU ANGGOTA 13
14 HERMAN WK ORTU ANGGOTA 14
15 CICIH WK ORTU ANGGOTA 15
Purwaharja, 13 Oktober 2014
Pimpinan Rapat
Kepala SDN 2 Raharja
ADE, S.Pd
NIP.196307161983051006
PEMERINTAH KOTA BANJAR
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH DASAR NEGERI 2 RAHARJA
Jl,Siliwangi Km 3,5 Raharja Tlp ( 0265 ) 744596 Purwaharja - Banjar
e-mail sdn2raharja@yahoo co.id
Nomor : 421/05-SD2R/2014
Lampiran : -
Hal : Undangan Rapat Pengkajian Pengembangan Kurikulum
Kepada Yang Terhormat,
Bapak/Ibu :
1. Guru-Guru SDN 2 Raharja
2. Ketua Komite
3. Perwakilan Orang tua Siswa
di-
Tempat
Assalaamu’alaikum Wr.Wb.
Dipermaklumkan dengan hormat, Kepala SD Negeri 2 Raharja mengundang Bapak/Ibu untuk hadir dalam kegiatan Rapat Pengkajian Pengembangan Kurikulum SD Negeri 2 Raharja Tahun Pelajaran 2014/2015 yang Insya Alloh akan dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal : Senin, 13 Okt 2014 s/d Selasa, 14 Okt 2014
Waktu : Pukul 11.00 – selesai
Tempat : SD Negeri 2 Raharja
Acara : Rapat Pengkajian Pengembangan Kurikulum
Karena pentingnya acara tersebut, Kami mohon untuk dapat hadir tepat pada waktunya.
Demikian Surat ini Kami sampaikan, atas segala perhatiannya Kami haturkan terima kasih.
Wassalaamu’alaikum Wr.Wb.
SUSUNAN PANITIA KEGIATAN PENGKAJIAN KTSP
SD NEGERI 2 RAHARJA
KECAMATAN PURWAHARJA KOTA BANJAR
TAHUN PELAJARAN 2014 / 2015
1. PENANGGUNG JAWAB : ADE , S.Pd (Kepala SDN 2 Raharja)
: Drs.RUSWA SUMARNA,M.Si (Ketua Komite)
2. KETUA : TATI ROHAYATI, S.Pd
3. SEKRETARIS : AHMAD FATONI,S.Pd ( Guru )
4. BENDAHARA : CUCU HUSNIATI,S.Pd ( Guru )
5. ANGGOTA :
a. Bidang Pelajaran Agama dan Budipekerti : N.E.KARTINI S.Pd.I
b. Bidang Mata Pelajaran
Kewarganegaraan dan Kepribadian : SALSIH SUSILAWATI S.Pd
c.
Bidang Mata Pelajaran Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi : ELSY JULVITA,S.Pd
d. Implementasi Kurikulum 2013 : ELIN DARLIAH ,S.Pd
e.
Bidang Mata Pelajaran Jasmani,
Olahraga dan Kesehatan : TATI ROHAYATI, S.Pd
f. Budaya lingkungan ; ROSI KANIA DEWI, S.Pd
g. Peningkatan Mutu : JAJANG NURJAMAN,S.Pd
h. Koordinasi ASTRI SULASTRI, S.Pd
DAFTAR HADIR RAPAT PENGKAJIAN
PENGEMBANGAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)
SD NEGERI 2 RAHARJA
KECAMATAN PURWAHARJA KOTA BANJAR
TAHUN PELAJARAN 2014/2015
NO NAMA / NIP/NUPTK JABATAN DINAS JABATAN KEGIATAN TANDA TANGAN
1 ADE, S.Pd
NIP, 19630716 198305 1 006 KEPALA SEKOLAH PIMPINAN RAPAT 1
2 Drs.RUSWA SUMARNA,S.Pd KETUA KOMITE WK PIMPINAN 2
3 EMI SUPARTI,S.Pd PENGAWAS TK/SD PENDAMPING 3
4 TATI ROHAYATI, S.Pd
NIP, 19590425197912 2 002 GURU ANGGOTA 4
5 CUCU HUSNIATI,S.Pd
NIP, 19600209198109 2 003 GURU ANGGOTA 5
6 SALSIH SUSILAWATI S.Pd
NIP, 19600302198204 2 004 GURU ANGGOTA 6
7 N.E.KARTINI S.Pd.I
NIP, 19560512 198412 2 002 GURU ANGGOTA 7
8 ELSY JULVITA ,S.Pd
NIP, 19790706200212 2 005 GURU NOTULEN 8
9 AHMAD FATONI,S.Pd
NIP, 19720525200501 1 007 GURU ANGGOTA 9
10 ELIN DARLIAH ,S.Pd
NIP, 19660315200604 2 009 GURU ANGGOTA 10
11 JAJANG NURJAMAN,S.Pd
9948764666200032 GURU ANGGOTA 11
12 ROSI KANIA DEWI, S.Pd
1943765666300052 GURU ANGGOTA 12
13 ASTRI SULASTRI, S.Pd GURU ANGGOTA 13
14 HERMAN WK ORTU ANGGOTA 14
15 CICIH WK ORTU ANGGOTA 15
Purwaharja, 22 Oktober 2014
Pimpinan Rapat
Kepala SDN 2 Raharja
ADE, S.Pd
NIP.196307161983051006
Jumat, 12 Desember 2014
PROGRAM SUPAK 2014/2015
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Perubahan paradigma penyelenggaraan pendidikan dari sentralisasi ke desentralisasi telah mendorong terjadinya perubahan dan pembaharuan pada beberapa aspek pendidikan, termasuk pula dalam upaya membina dan meningkatkan kinerja guru yang dilakukan oleh kepala sekolah. Kompetensi supervisi merupakan satu kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang kepala sekolah setelahnya kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.
Secara etimologi, kata ”supervisi”, berasal dari istilah Inggeris ”supervision”, terdiri dari dua kata ”super (lebih)” dan ”Vision (melihat)”, yang berarti ”melihat dari atas” (S. Arikunto, 2004 : 4), sehingga supervisi dapat diartikan sebagai kegiatan memperhatikan dengan seksama terhadap suatu pekerjaan secara keseluruhan. Sedangkan orang yang melakukan supervisi lebih dikenal dengan sebutan supervisor atau pengawas. Kepengawasan di sekolah yang dilakukan secara terus menerus setiap saat dilakukan oleh seorang kepala sekolah, sedangkan yang insidental dan tidak langsung dilakukan oleh seorang pengawas sekolah.
Menurut Jam’an Satori (1999) dalam Dadang Suhardan (2006:28), supervisi adalah pengawasan profesional yang dijalankan berdasarkan kaidah-kaidah keilmuan. Oleh karena itu pengawasan satuan pendidikan tidak dapat dilakukan oleh sembarangan orang, namun harus oleh orang yang telah memiliki kompetensi khusus yang telah dipersiapkan terlebih dahulu dari waktu sebelumnya. Supervisi Pendidikan merupakan disiplin ilmu yang memfokuskan diri pada pengkajian peningkatan situasi belajar mengajar, memberdayakan guru dan mempertinggi kualitas mengajar. Sehingga dampaknya dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, prestasi belajar siswa, dan berarti meningkatlah kualitas lulusan sekolah itu (S. Arikunto, 2004 : 5).
Apabila didasarkan pada konsep pengertian di atas, kegiatan supervisi dibedakan menjadi dua, yaitu (1) supervisi akademik (pengawasan operasional), dan (2). Supervisi manajerial (pengawasan administrasi/pengawasan organisasional). Supervisi akademik, menitik beratkan pengamatan pada masalah yang langsung berada dalam lingkup pembelajaran yang dilakukan guru untuk membantu siswa ketika sedang dalam proses belajar. Sedangkan supervisi manajerial menitik beratkan pengamatan pada aspek-aspek administrasi sebagai lingkungan belajar yang berfungsi mendukung kepada terlaksananya pembelajaran. Kedua bentuk kegiatan supervisi itu, disebut sebagai supervisi pendidikan.
Berdasarkan uraian latar belakang di atas seperti halnya tahun lalu, pada tahun pelajaran sekarang ingin juga melakukan kegiatan supervisi akademik, sehingga diharapkan pada tahun pelajaran 2014/2015 mutu pembelajaran lebih meningkat.
B. DASAR HUKUM
Penyusunan program kegiatan supervisi tahun pelajaran 2014/2015 ini di dasarkan kepada :
1. UUD 1945 Pasal 31
2. Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional
3. Permendiknas Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.
5. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No.16/2009 Tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya
6. Kalender Pendidikan tahun ajaran 2014/2015
C. TUJUAN
Tujuan umum adalah :
1. Membantu guru mengembangkan profesionalisme,
2. Membantu guru menumbuhkan motivasi,
3. Melaksanakan pengawasan kualitas.
Tujuan khusus dari penyusunan program supervisi ini antara lain :
1. Sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan supervisi akademik baik individu maupun kelompok secara keseluruhan dan tepat.
2. Meningkatkan Kompetensi dan kineja guru dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang bermakna dan berkualitas.
3. Sebagai Standar ukur mercapai KKM dan SKL yang ditetapkan dalam Kurikulum SD Negeri 2 Raharja .
4. Sebagai pedoman mencampai angka kredit pendidik melalui mekanisme PKG
5. Sebagai pedoman untuk meningkatkan kompetensi pendidik dalam pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB).
6. Meningkatkan mutu pembelajaran khususnya di SD Negeri 2 Raharja.
D. SASARAN
Sasaran dari program kegiatan ini adalah :
1. Seluruh guru SD Negeri 2 Raharja yang terdiri dari :
NO JENIS GURU PNS NON PNS JUMLAH
1. Guru Kelas 5 3 8
2. Guru Pendidikan Agama Islam 1 - 1
3. Guru Penjaskes 1 - 1
JUMLAH 7 3 10
E. HASIL YANG DIHARAPKAN
Adapun hasil yang diharapkan dari kegiatan supervisi akademik ini adalah :
1. Terlaksananya supervisi akademik secara tepat sasaran.
2. Meningkatnya kompetensi dan kinerja guru serta terwujudnya pembelajaran yang bermakna Tercapainya KKM dan SKL sesuai Kurikulum SD Negeri 2 Raharja
3. Tercampainya angka kredit pendidik sesuai dengan mekanisme PKG
4. Meningkatnya kompetensi pendidik melalui mekanisme PKB
5. Meningkatnya mutu pendidikan di SD Negeri 2 Raharja.
F. METODE PENYUSUNAN PROGRAM
Dalam menyusun program kegiatan ini, Penyusun Mencoba menggunakan metode deskriptif yakni dengan bercermin pada kegiatan sejenis yang sudah biasa dilakukan, dan berusaha mengamati,memantau dan menganalisa serta menghubungkan perencanaan dan pelaksanaan dan fakta-fakta kenyataan dilapangan yang mengacu pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No.16/2009 Tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Sehingga hasilnya dapat diperkirakan mampu diterima oleh dua belah pihak antara supervisor dan yang disupervisi, serta tidak terlalu menyimpang dari aturan yang berlaku.
G. PRINSIP-PRINSIP SUPERVISI AKADEMIK
1. Praktis, artinya mudah dikerjakan sesuai kondisi sekolah.
2. Sistematis, artinya dikembangan sesuai perencanaan program supervisi yang matang dan tujuan pembelajaran.
3. Objektif, artinya masukan sesuai aspek-aspek instrumen.
4. Realistis, artinya berdasarkan kenyataan sebenarnya.
5. Antisipatif, artinya mampu menghadapi masalah-masalah yang mungkin akan terjadi.
6. Konstruktif, artinya mengembangkan kreativitas dan inovasi guru dalam mengembangkan proses pembelajaran.
7. Kooperatif, artinya ada kerja sama yang baik antara supervisor dan guru dalam mengembangkan pembelajaran.
8. Kekeluargaan, artinya mempertimbangkan saling asah, asih, dan asuh dalam mengembangkan pembelajaran.
9. Demokratis, artinya supervisor tidak boleh mendominasi pelaksanaan supervisi akademik.
10. Aktif, artinya guru dan supervisor harus aktif berpartisipasi.
11. Humanis, artinya mampu menciptakan hubungan kemanusiaan yang harmonis, terbuka, jujur, ajeg, sabar, antusias, dan penuh humor.
12. Berkesinambungan (supervisi akademik dilakukan secara teratur dan berkelanjutan oleh Kepala sekolah).
13. Terpadu, artinya menyatu dengan dengan program pendidikan.
14. Komprehensif, artinya memenuhi ketiga tujuan supervisi akademik di atas (Dodd, 1972).
H. PRINSIP-PRINSIP PERENCANAAN PROGRAM SUPERVISI AKADEMIK
1. Prinsip-prinsip perencanaan program supervisi akademik adalah:
2. Objektif (data apa adanya),
3. Bertanggung jawab,
4. Berkelanjutan,
5. Didasarkan pada Standar Nasional Pendidikan, dan
6. Didasarkan pada kebutuhan dan kondisi sekolah/madrasah.
I. TEKNIK SUPERVISI AKADEMIK
Teknik supervisi akademik ada dua yaitu: individual dan kelompok seperti gambar 5 berikut.
Gambar 5. Teknik Supervisi Akademik
1. TEKNIK SUPERVISI INDIVIDUAL
Teknik supervisi individual adalah pelaksanaan supervisi perseorangan terhadap guru. Supervisor di sini hanya berhadapan dengan seorang guru. Dari hasil supervisi ini dapat diketahui kualitas pembelajaran guru bersangkutan. Teknik supervisi individual ada lima macam adalah sebagai berikut.
1) Kunjungan Kelas (Classroom Visitation) Kepala sekolah atau supervisor datang ke kelas untuk mengobservasi guru mengajar. Dengan kata lain, untuk melihat apa kekurangan atau kelemahan yang sekiranya perlu diperbaiki. Tahap-tahap kunjungan kelas terdiri dari empat tahap yaitu:
• Tahap Persiapan. Pada tahap ini, supervisor merencanakan waktu, sasaran, dan cara mengobservasi selama kunjungan kelas,
• Tahap Pengamatan Selama Kunjungan. Pada tahap ini, supervisor mengamati jalannya proses pembelajaran berlangsung,
• Tahap Akhir Kunjungan. Pada tahap ini, supervisor bersama guru mengadakan perjanjian untuk membicarakan hasil-hasil observasi, dan
• Tahap Terakhir adalah tahap tindak lanjut.
a. Kunjungan Observasi (Observation Visits)
Guru-guru ditugaskan untuk mengamati seorang guru lain yang sedang mendemonstrasikan cara-cara mengajar suatu mata pelajaran tertentu. Kunjungan observasi dapat dilakukan di sekolah sendiri atau dengan mengadakan kunjungan ke sekolah lain.Secara umum, aspek-aspek yang diobservasi adalah:
(1) usaha-usaha dan aktivitas guru-siswa dalam proses pembelajaran,
(2) cara menggunakan media pengajaran,
(3) variasi metode,
(4) ketepatan penggunaan media dengan materi,
(5) ketepatan penggunaan metode dengan materi, dan
(6) reaksi mental para siswa dalam proses belajar mengajar.
Pelaksanaan observasi melalui tahap: persiapan, pelaksanaan, penutupan, penilaian hasil observasi, dan tindak lanjut. Dalam rangka melakukan observasi, seorang supervisor hendaknya telah mempersiapkan instrumen observasi, menguasai masalah dan tujuan supervisi.
b. Pertemuan Individual
Pertemuan individual adalah satu pertemuan, percakapan, dialog, dan tukar pikiran antara supervisor dan guru. Tujuannya adalah:
• mengembangkan perangkat pembelajaran yang lebih baik,
• meningkatkan kemampuan guru dalam pembelajaran, dan
• memperbaiki segala kelemahan dan kekurangan diri guru
Swearingen (1961) mengklasifikasi empat jenis pertemuan (percakapan) individual sebagai berikut:
• Classroom-conference, yaitu percakapan individual yang dilaksanakan di dalam kelas ketika siswa-siswa sedang meninggalkan kelas (istirahat).
• Office-conference, yaitu percakapan individual yang dilaksanakan di ruang kepala sekolah atau ruang guru. (ruang tersebut sudah dilengkapi dengan media/alat-alat bantu yang dapat digunakan untuk memberikan penjelasan pada guru.
• Causal-conference, yaitu percakapan individual yang bersifat informal, yang dilaksanakan secara kebetulan bertemu dengan guru.
• Observational visitation, yaitu percakapan individual yang dilaksanakan setelah supervisor melakukan kunjungan kelas atau observasi kelas.
Hal yang dilakukan Supervisor dalam pertemuan individu:
• Berusaha mengembangkan segi-segi positif guru,
• Mendorong guru mengatasi kesulitan-kesulitannya,
• Memberikan pengarahan, dan
• Menyepakati berbagai solusi permasalahan dan menindak-lanjutinya.
c. Kunjungan Antar Kelas
Kunjungan antar kelas adalah guru yang satu berkunjung ke kelas yang lain di sekolah itu sendiri. Tujuannya adalah untuk berbagi pengalaman dalam pembelajaran. Cara-cara melaksanakan kunjungan antar kelas adalah sebagaiberikut.
• Jadwal kunjungan harus direncanakan.
• Guru-guru yang akan dikunjungi harus diseleksi.
• Tentukan guru-guru yang akan mengunjungi!
• Sediakan segala fasilitas yang diperlukan.
• Supervisor hendaknya mengikuti acara ini dengan pengamatan yang cermat.
• Lakukan tindak lanjut setelah kunjungan antar kelas selesai! misalnya dalam bentuk percakapan pribadi, penegasan, dan pemberian tugas-tugas tertentu.
• Segera aplikasikan ke sekolah atau ke kelas guru bersangkutan, dengan menyesuaikan pada situasi dan kondisi yang dihadapi.
• Adakan perjanjian-perjanjian untuk mengadakan kunjungan antar kelas berikutnya!
2. SUPERVISI KELOMPOK
Teknik supervisi kelompok adalah satu cara melaksanakan program supervisi yang ditujukan pada dua orang atau lebih. Guru-guru yang yang akan disupervisi berdasarkan hasil analisis kebutuhan, dan analisis kemampuan kinerja guru, kemudian dikelompokan berdasarkan kebutuhan guru. Kemudian guru diberikan layanan supervisi sesuai dengan permasalahan atau kebutuhan yang diperlukan. Dalam teknik supervisi kelompok, terdapat beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain adalah sebagai berikut.
• Mengadakan pertemuan atau rapat (meeting): Seorang kepala sekolah menjalankan tugasnya berdasarkan rencana yang telah disusun. Termasuk mengadakan rapat-rapat secara periodik dengan guru-guru, dalam hal ini rapat-rapat yang diadakan dalam rangka kegiatan supervisi. Rapat tersebut antara lain melibatkan KKG, MGMP, dan rapat dengan pihak luar sekolah.
• Mengadakan diskusi kelompok (group discussions): Diskusi kelompok dapat diadakan dengan membentuk kelompok-kelompok guru bidang studi sejenis. Di dalam setiap diskusi, supervisor atau kepala sekolah memberikan pengarahan, bimbingan, nasehat-nasehat dan saran-saran yang diperlukan.
• Mengadakan pelatihan (inservice-training): Teknik ini dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan, misalnya pelatihan untuk guru bidang studi tertentu. Mengingat bahwa pelatihan pada umumnya diselenggarakan oleh pusat atau wilayah, maka tugas kepala sekolah adalah mengelola dan membimbing implementasi program tindak lanjut (follow-up) dari hasil pelatihan.
BAB II PROFIL SEKOLAH
A. IDENTITAS SEKOLAH
1. Data Pokok Satuan Pendidikan :
a. NPSN/NSS : 20225327/101021418038
b. Nama Sekolah : SD NEGERI 2 RAHARJA
c. Jenjang : SEKOLAH DASAR
d. Status : NEGERI
e. Alamat :
a) Jalan : SILIWANGI KM.3,5
b) Desa/Kelurahan : RAHARJA
c) Kecamatan : PURWAHARJA
d) Kota : BANJAR
e) Provinsi : JAWA BARAT
f) Telepon.Fax : 0265.744596
g) Website/E-mail : sdn2raharja@yahoo co.id
f. Status Akreditasi : B
g. Tanggal Validasi Dokumen KTSP Terakhir : 16 JULI 2012
h Tanggal Validasi Dokumen KTSP Kur 2013 Terakhir : 14 JULI 2014
i. Nama Kepala Sekolah : ADE,S.Pd
j. Nama Pengawas Sekolah : EMI SUPARTI,S.Pd
B. PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
Nama guru NUPTK Ijazah tertinggi Nama perguruan tinggi Jurusan/ Prodi Mata pelajaran yang diampu Bidang Sertifikasi Tahun Sertifikat No. Sertifikat Jabatan Status Kerja
ADE, S.Pd 9048741642200023 S,1 UPI Tasikmalaya PGSD Guru Kelas Porto Folio 2010 361002702247 Kepsek
PNS
TATI ROHAYATI, S.Pd 4738737639300022 S,1 UGC PENJAS Guru Penjas Porto Folio 2010 361022003572 Guru PNS
CUCU HUSNIATI, S.Pd 7234738639300033 S,1 UT PGSD Guru Kelas PLPG 2011 1101102721894 Guru PNS
S.SUSILAWATI,S.Pd 9634738640300032 S,1 UT PGSD Guru Kelas Porto Folio 2008 100802710627 Guru PNS
N.E.KARTINI.S.PD.I 9948764666200032 S,1 STAIMA PAI Guru Agama Islam PLPG 2009 20912707680 Guru PNS
ELSY JULVITA,S.Pd 1038757660300013 D,2 Unsyiah PGSD Guru Kelas - - - Guru PNS
AHMAD FATONI,S.Pd 7857750652200032 S,1 UPI Bandung BAHASA Bahasa Indonesia PLPG 2011 1101102722128 Guru PNS
ELIN DARLIAH, S.Pd 3647744646300042 S,1 STKIP PKN Guru Kelas PLPG 2011 1101102722049 Guru PNS
ROSI KANIA DEWI, S.Pd 1943765666300052 S,1 UPI Tasikmalaya PGSD Guru Kelas - - - Guru NON PNS
JAJANG NURJAMAN,S.Pd 9948764666200032 S.1 UT PGSD Guru Kelas - - - Guru NON PNS
ASTRI SULASTRI, S.Pd - S,1 UPI Tasikmalaya PGSD Guru Kelas - - - Guru NON PNS
C. VISI DAN MISI SEKOLAH
1. VISI SEKOLAH DASAR NEGERI 2 RAHARJA
“ MEWUJUDKAN INSAN YANG CERDAS, TERAMPIL DIDASARI IMAN DAN TAQWA SERTA CINTA LINGKUNGAN HIDUP MENUJU SEKOLAH SEHAT ”.
3. MISI SEKOLAH DASAR NEGERI 2 RAHARJA
a. Mengembangkan pembelajaran melalui pendekatan PAIKEM
b. Meningkatkan keimanan ,ketakwaan dan membina akhlak mulia
c. Mengefektifkan extrakurikuler pramuka dan Olahraga
d. Menyiapkan generasi yang memiliki dasar dibidang IPTEK
e. Menanamkan cinta lingkungan hidup
f. Membudayakan hidup sehat
Untuk mencapai misi tersebut, disiapkan langkah strategis sebagai berikut
1) Melaksanakan program peningkatan kompetensi personil sesuai Tugas dan Fungsinya.
2) Menyediakan sarana dan prasarana pendidikan sesuai kebutuhan.
3) Mengoptimalkan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan, metode, teknik, dan pemilihan media serta alat belajar yang sesuai.
4) Melaksanakan program pengembangan diri melalui bimbingan, kegiatan ekskul, serta pembiasaan yang dilandasi nilai budaya dan karakter bangsa.
5) Mengembangkan budaya sekolah yang mencerminkan budaya dan karakter bangsa serta cita lingkungan hidup menuju sekolah sehat.
6) Membangun Sistem Informasi Manajemen Pendidikan
7) Menjalin hubungan kemitraan dengan orang tua, steakholder dan masyarakat dalam mengembangkan program sekolah.
3. TUJUAN SEKOLAH
Membangun peserta didik yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berahlak mulia serta sehat jasmani dan rohani.
a. Meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
b. Peserta didik memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dan mengaktulisasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
c. Peserta didik memiliki kemampuan mengapresiasi nilai sosial budaya daerah maupun budaya nasional
d. Menghasilkan lulusan yang berkompetensi siap di tingkat pendidikan lanjutan
e. Peserta didik dapat meraih prestasi akademik dan non akademik pada event-event berjenjang maupun Insidentil yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun swasta.
f. Menjadikan peserta didik yang kreatif, terampil dan mandiri untuk dapat mengembangkan diri serta cinta lingkungan hidup menuju sekolah sehat.
BAB III
PROGRAM PERENCANAAN SUPERVISI AKADEMIS
TAHUN PELAJARAN 2014/2015
A. Jadwal Supervisi Tahun Pelajaran 2014/2015
Kegiatan Supervisi Tahun Pelajaran 2014/2015 diawali dengan tahap supervise manajerial administratif dan supervise akademik/proses pembelajaran serta Refleksi, bimbingan dan pengawasan serta tindak lanjut . Adapun jadwal supervisi akademik yang akan dilaksanakan sebagai berikut :
JADWAL SUPERVISI AKADEMIK
Semester Ganjil
NO KEGIATAN TUJUAN SASARAN WAKTU
1 Penyusunan Program Supervisi akademik -Terwujud program supervisi akademik Program supervisi perencanaan PBM, pelaksanaan PBM, perbaikan dan pengayaan,tindak lanjut Minggu ke 4 bulan Agustus 2014
2 Sosialisasi program yang hendak dilaksanakan -Mensosialisasikan seluruh program,tujuan dan sasaran supervisi -Seluruh guru sebagai sasaran supervisi
-Tenaga Pendidik PNS dan NONPNS
Awal tahun pelajaran 2014/2015
3 Supervisi administrasi RPP Kurikulum 2013 -Melakukan anilisis KI/KD dan penyusunan Indikator Pencapaian KD,yang bersifat tematik, dan penanaman nilai-nilai sikap Guru Kelas 1,2,4 dan 5 serta guru mapel Minggu ke 2 bulan September 2014
4 Supervisi administrasi RPP Kurikulum 2006 - Melakukan anilisis SK/KD dan penyusunan Indikator Pencapaian KD,yang bersifat tematik dan parsial Guru Kelas 3 , 6 dan guru mapel Minggu ke 3 bulan September 2014
5 Supervisi administrasi Kurikulum 2013 -Penyusunan promes,RPP, teknis penilaian dan penentuan KKM Guru Kelas 1,2,4 dan 5 serta guru mapel Minggu ke 4 bulan September 2014
6 Supervisi administrasi Kurikulum 2006 -Penyusunan promes,silabus , RPP dan penentuan KKM Guru Kelas 3 , 6 dan guru mapel Minggu ke 1 bulan Oktober 2014
7 Supervisi terhadap Pelaksanaan pembelajaran tematik terpadu kurikulum 2013 Mengamati kemampuan guru kelas dan guru mapel dalam pelaksanaan pembelajaran Guru Kelas 1,2,4 dan 5 serta guru mapel Minggu ke 2 bulan Oktober 2014
8 Supervisi terhadap Pelaksanaan pembelajaran tematik terpadu kurikulum 2006 Mengamati kemampuan guru kelas dan guru mapel dalam pelaksanaan pembelajaran Guru Kelas 3 dan 6 serta guru mapel Minggu ke 3 bulan Oktober 2014
9 Pengolahan hasil supervisi akademik bagi guru yang menggunakan kurikulum 2013 Kesepakatan rencana tidak lanjut antara supervisor dan guru yang disupervisi Guru Kelas 1,2,4 dan 5 serta guru mapel Minggu ke 1 bulan November 2014
10 Pengolahan hasil supervisi akademik bagi guru yang menggunakan kurikulum 2006 Kesepakatan rencana tidak lanjut antara supervisor dan guru yang disupervisi Guru Kelas 3 dan 6 serta guru mapel Minggu ke 2 bulan November 2014
11 Pelaksanaan tindak lanjut rekomendasi PKB secara Individu atau Kelompok bagi guru yang menggunakan kurikulum 2013 terlaksananya tindak lanjut rekomendasi PKB secara Individu atau Kelompok Guru Kelas 1,2,4 dan 5 serta guru mapel Minggu ke 3 bulan November 2014
12 Pelaksanaan tindak lanjut rekomendasi PKB secara Individu atau Kelompok bagi guru yang menggunakan kurikulum 2006 terlaksananya tindak lanjut rekomendasi PKB secara Individu atau Kelompok Guru Kelas 3 dan 6 serta guru mapel Minggu ke 3 bulan November 2014
Semester Genap
NO KEGIATAN TUJUAN SASARAN WAKTU
1 Penyusunan Program Supervisi akademik -Terwujud program supervisi akademik Program supervisi perencanaan PBM, pelaksanaan PBM, perbaikan dan pengayaan,tindak lanjut Minggu ke 1 bulan Pebruari 2015
2 Sosialisasi program yang hendak dilaksanakan -Mensosialisasikan seluruh program,tujuan dan sasaran supervisi -Seluruh guru sebagai sasaran supervisi
-Tenaga Pendidik PNS dan NONPNS Awal semester 2
3 Supervisi administrasi RPP Kurikulum 2013 -Melakukan anilisis KI/KD dan penyusunan Indikator Pencapaian KD,yang bersifat tematik, dan penanaman nilai-nilai sikap Guru Kelas 1,2,4 dan 5 serta guru mapel Minggu ke 2 bulan Pebruari 2015
4 Supervisi administrasi RPP Kurikulum 2006 - Melakukan anilisis SK/KD dan penyusunan Indikator Pencapaian KD,yang bersifat tematik dan parsial Guru Kelas 3 , 6 dan guru mapel Minggu ke 3 bulan Pebruari 2015
5 Supervisi administrasi Kurikulum 2013 -Penyusunan promes,RPP, teknis penilaian dan penentuan KKM Guru Kelas 1,2,4 dan 5 serta guru mapel Minggu ke 1 bulan Maret 2015
6 Supervisi administrasi Kurikulum 2006 -Penyusunan promes,silabus , RPP dan penentuan KKM Guru Kelas 3 , 6 dan guru mapel Minggu ke 2 bulan Maret 2015
7 Supervisi terhadap Pelaksanaan pembelajaran tematik terpadu kurikulum 2013 Mengamati kemampuan guru kelas dan guru mapel dalam pelaksanaan pembelajaran Guru Kelas 1,2,4 dan 5 serta guru mapel Minggu ke 3 bulan Maret 2015
8 Supervisi terhadap Pelaksanaan pembelajaran tematik terpadu kurikulum 2006 Mengamati kemampuan guru kelas dan guru mapel dalam pelaksanaan pembelajaran Guru Kelas 3 dan 6 serta guru mapel Minggu ke 4 bulan Maret 2015
9 Pengolahan hasil supervisi akademik bagi guru yang menggunakan kurikulum 2013 Kesepakatan rencana tidak lanjut antara supervisor dan guru yang disupervisi Guru Kelas 1,2,4 dan 5 serta guru mapel Minggu ke 1 bulan April 2015
10 Pengolahan hasil supervisi akademik bagi guru yang menggunakan kurikulum 2006 Kesepakatan rencana tidak lanjut antara supervisor dan guru yang disupervisi Guru Kelas 3 dan 6 serta guru mapel Minggu ke 2 bulan April 2015
11 Pelaksanaan tindak lanjut rekomendasi PKB secara Individu atau Kelompok bagi guru yang menggunakan kurikulum 2013 terlaksananya tindak lanjut rekomendasi PKB secara Individu atau Kelompok Guru Kelas 1,2,4 dan 5 serta guru mapel Minggu ke 3 bulan April 2015
12 Pelaksanaan tindak lanjut rekomendasi PKB secara Individu atau Kelompok bagi guru yang menggunakan kurikulum 2006 terlaksananya tindak lanjut rekomendasi PKB secara Individu atau Kelompok Guru Kelas 3 dan 6 serta guru mapel Minggu ke 4 bulan April 2015
BAB IV
RENCANA TINDAK LANJUT DAN REFLEKSI
HASIL SUPERVISI AKADEMIK
Hasil supervisi perlu ditindak lanjuti agar memberikan dampak yang nyata bagi peningkatkan profesionalisme guru. Dampak nyata ini diharapkan dapat dirasakan masyarakat maupun stakeholders sekolah. Tindak lanjut tersebut berupa:penguatan dan penghargaan diberikan kepada guru yang telah memenuhi standar, teguran yang bersifat mendidik diberikan kepada guru yang belum memenuhi standar dan guru diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan/penataran lebih lanjut.
Tindak lanjut dari hasil analisis merupakan pemanfaatan hasil supervisi. Dalam rencana tindak lanjut hasil supervisi akan SD Negeri 2 Raharja akan mencoba merencanakan delangkah-langkah sebagai berikut :
1. Pembinaan
Kegiatan pembinaan yang dilakukan berupa pembinaan langsung dan tidak langsung.
a. Pembinaan Langsung
Pembinaan ini dilakukan terhadap hal-hal yang sifatnya khusus, yang perlu perbaikan dengan segera dari hasil analisis supervisi.
b. Pembinaan Tidak Langsung
Pembinaan ini dilakukan terhadap hal-hal yang sifatnya umum yang perlu perbaikan dan perhatian setelah memperoleh hasil analisis supervisi mengarah untuk merujuk pada pelaksanaan Pengembangan Keprofesional Berkelanjutan (PKB).
Beberapa cara rencana yang akan dilakukan kepala sekolah dalam membina guru untuk meningkatkan proses pembelajaran adalah sebagai berikut:
1. Menggunakan secara efektif : petunjuk bagi guru dan bahan pembantu guru lainnya.
2. Menggunakan buku teks secara efektif (buku guru dan buku siswa).
3. Menerapkan model pembelajaran yang efektif yang dapat mereka pelajari selama pelatihan profesional/inservice training dan menerapkan pendekatan sintifik serta model pembelajaran.
4. Mengembangkan teknik pembelajaran yang telah mereka miliki.
5. Menggunakan metodologi yang luwes / fleksibel).
6. Merespon kebutuhan dan kemampuan individual siswa.
7. Menggunakan lingkungan sekitar sebagai alat bantu pembelajaran.
8. Mengelompokkan siswa secara lebih efektif.
9. Mengevaluasi siswa dengan lebih akurat/teliti/seksama.
10. Berkooperasi dengan guru lain agar lebih berhasil.
11. Mengikutsertakan masyarakat dalam mengelola kelas.
12. Meningkatkan motivasi mereka sendiri.
13. Memperkenalkan teknik pembelajaran modern untuk inovasi dan kreatifitas layanan pembelajaran.
14. Membantu membuktikan siswa dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis, menyelesaikan masalah dan pengambilan keputusan.
15. Menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif.
2. Pemantapan Instrumen Supervisi
Kegiatan memantapkan instrumen supervisi dapat dilakukan dengan cara diskusi kelompok oleh para supervisor (Kepsek) tentang instrumen supervisi akademik maupun instrumen supervisi non akademik. Dalam memantapkan instrumen supervisi, dikelompokkan seperti berikut:
(1) Persiapan guru untuk mengajar terdiri dari:
(a) Silabus.
(b) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
(c) Program Tahunan.
(d) Program Semesteran.
(e) Pelaksanaan proses pembelajaran.
(f) Penilaian hasil pembelajaran.
(g) Pengawasan proses pembelajaran.
(2) Instrumen supervisi kegiatan belajar mengajar
(a) Lembar pengamatan.
(b) Suplemen observasi (ketrampilan mengajar, karakteristik mata pelajaran).
(3) Komponen dan kelengkapan instrumen, baik instrumen supervisi akademik maupun instrumen supervisi nonakademik.
(4) Penggandaan instrumen dan informasi kepada guru bidang studi binaan atau kepada karyawan untuk instrumen nonakademik.
Dengan demikian, dalam tindak lanjut supervisi dapat disimpulkan sebagai berikut.
(1) Dalam pelaksanaannya kegiatan tindak lanjut supervisi akademik sasaran utamanya adalah kegiatan belajar mengajar.
(2) Hasil analisis, catatan supervisor, dapat dimanfaatkan untuk perkembangan keterampilan mengajar guru atau meningkatkan profesionalisme guru dan karyawan, setidak-tidaknya dapat mengurangi kendala-kendala yang muncul atau yang mungkin akan muncul.
(3) Umpan balik akan member prtolongan bagi supervisor dalam melaksanakan tindak lanjut supervisi.
(4) Dari umpan balik itu pula dapat tercipta suasana komunikasi yang tidak menimbulkan ketegangan, menonjolkan otoritas yang mereka miliki, memberi kesempatan untuk mendorong guru memperbaiki penampilan, dan kinerjanya.
Rencana Cara-cara yang akan dilaksanakan dalam tindak lanjut hasil supervisi akademik sebagai berikut:
(1) Mengkaji rangkuman hasil penilaian.
(2) Apabila ternyata tujuan supervisi akademik dan standar-standar pembelajaran belum tercapai, maka sebaiknya dilakukan penilaian ulang terhadap pengetahuan, keterampilan dan sikap guru yang menjadi tujuan pembinaan.
(3) Apabila ternyata memang tujuannya belum tercapai maka mulailah merancang kembali program supervisi akademik guru untuk masa berikutnya.
(4) Membuat rencana aksi supervisi akademik berikutnya.
(5) Mengimplementasikan rencana aksi tersebut pada masa berikutnya.
Adalima langkah pembinaan kemampuan guru melalui supervisi akademik, yaitu:
(1) menciptakan hubungan-hubungan yang harmonis,
(2) analisis kebutuhan,
(3) mengembangkan strategi dan media,
(4) menilai, dan
(5) revisi.
3.Refleksi
Setelah kegiatan berakhir dari pelaksanaan supervisi akademi rencana refleksi yang akan dilakukan dengan menjawab pertanyaan berikut ini secara Individu !
LIMA PERTANYAAN MENUJU SUKSES !
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Pelaksanaan kegiatan supervisi akademik yang efektif adalah kegiatan pembinaan yang dilakukan kepala sekolah yang mampu memberikan kesan positif sehingga guru yang dibinanya merasa terbantu untuk melakukan proses pembelajaran sehingga peningkatan mutu pembelajaran lebih meningkat bila dibandingkan dengan masa sebelumnya.
Proses kegiatan supervisi akademik dianggap sebagai kebutuhan guru dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan kinerjanya. Karena mustahil seseorang akan mengetahui kekurangannya apabila tidak ada yang berani untuk mengoreksinya ataupun karena tidak siap menerima masukan ataupun kritik dan saran dari siapapun.. Namun dalam supervisi akademik pendidikan diantara kedua belah pihak harus saling menyadari bahwa kegiatan yang dilakukannya bertujuan untuk saling membangun demi meningkatnya mutu pendidikan.
B. Saran dan Harapan
Untuk memperoleh kesuksesan dalam melaksanakan suatu program kegiatan bukanlah hal yang mudah. Apalagi melaksanakan program pendidikan. Namun tidak ada suatu pekerjaan yang tidak bisa diselesaikann dengan baik apabila dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan kebersamaan. Untuk itu penulis sarankan kepada semua guru untuk siap melakukan kegiatan ini dengan sebaik – baiknya, dengan berpegang pada sebuah peribahasa berat sama dipikul dan ringan sama dijinjing, serta sangat mengharapkan kritik dan sarannya demi kemajuan pendidikan di sekolah ini, maka dengan ketulusan dan keikhlasan kita bekerja, mudah-mudahan akan menjadi amal ibadah Amiin.
Tak ada kata yang paling tepat semoga dengan kegiatan ini dapat meningkatkan Mutu pendidikan sesuai yang diharapkan dan diamanatkan pada undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Langganan:
Postingan (Atom)









